Langsung ke konten utama

Phaeophyta (algae coklat)

Berhubung tugas sekolah menuntutku membuat ini, maka saya akan me-repost ini...  cekidot  ^^

Di antara semua jenis alga, alga cokelat  atau Phaeophyta (berasal dari bahasa Yunani phaios,'kehitaman', 'cokelat') merupakan jenis alga yang terbesar dan yang paling kompleks. Seluruh alga ini adalah multiseluler dan sebagian besarnya hidup di air laut. Kebanyakan eukariota yang disebut rumput laut adalah alga cokelat itu sendiri. Dua kelompok lain yaitu, alga merah dan alga hijau juga termasuk rumput laut

Warna alga cokelat disebabkan oleh adanya pigmen cokelat (fukosantin), yang secara dominan menyelubungi warna hijau dari klorofil pada jaringan. Selain fukosantin, ganggang cokelat juga mengandung pigmen lain seperti klorofil a, klorofil  c, violaxantin, beta karoten, diadinoxantin.


 Ciri-Ciri Phaeophyta:
  1. Ukuran talus mulai dari mikroskopis  sampai makroskopis. Ada yang berbentuk tegak, bercabang, atau filamen dasar.
  2. Alga ini mempunyai kloroplas  tunggal, ada beberapa yang berbentuk lempengan cakram, dan ada pula yang seperti benang.
  3. Alga ini memiliki pirenoid (tempat cadangan makanan)  yang terdapat di dalam kloroplas. Cadagan makanan yang terdapat pada alga ini  berupa laminarin.
  4. Bagian dinding selnya tersusun dari lapisan selulosa, sedangkan bagian luar  tersusun dari  gumi. Pada dinding sel ruang intersel ditemukan asam alginat (algin).
  5. Alga cokelat mempunyai jaringan transportasi air dan zat makanan yang analog dengan jaringan transportasi pada tumbuhan darat.
Habitat

Alga cokelat umumnya hidup di air laut terutama laut terutama laut yang agak dingin dan sedang. Hanya beberapa jenis yang hidup di air tawar. Di daerah subtropik, ganggang cokelat hidup pada  daerah intertidal, yaitu di atas daerah litoral sampai sublitoral. Di daerah tropis biasanya hidup di kedalaman 220 m pada air yang jernih.


Reproduksi

Reproduksi pada ganggang cokelat terjadi secara aseksual dan seksual. Reproduksi aseksual dan sekseual. Reproduksi  aseksual dengan pembentukan zoospora berflagel dan fragmentasi, sedangkan reproduksi terjadi secara oogami atau isogami.

Reproduksi sekseual ganggang ini hampir serupa dengan pembiakan generatif tumbuhan tingkat tinggi. Sebagai contoh adalah reprosuksi seksual pada Fucus  vesiculosus. Organisme ini selain berkembang biak secara seksual dengan oogami.

Proses oogami:  Ujung-ujung lembaran talus yang fertil membentuk reseptakel, yaitu badan yang mengandung alat pembiak. Di dalam reseptakel terdapat konseptakel yang mengandung anteridium yang mengandung sel kelamin jantan berupa spermatozoid dan oogonium yang merupakan penghasil sel telur dan benang-benang mandul (parafisis).

Anteridium berupa sel-sel berbentuk jorong yang terletak rapat satu sama lain pada filamen pendek bercabang-cabang  yang muncul  dari dasar dan tepi konseptakel.  Tiap antteridium menghasilkan 64 spermatozoid. 

Oogonium berupa badan yang duduk di ata tangkai.  Oogonium ini jumlahnya banyak sekali dan tiap-tiap oogonium mengandung 8 sel telur. Tetapi hanya 40% dari sel telur yang dapat dibuahi, dan hanya satu atau dua dari setiap 100.000 spermatozoid dapat membuahi sel telur. Zigot lalu membentuk dinding selulosa dan pektin, kemudian melekat pada suatu substrat dan tumbuhan menjadi individu baru yang diploid.

Contoh Algae coklat: 
  1. Fucus serratus 
  2. Macrocystis pyrifera
  3. Sargassum vulgare
  4. Turbinaria decurrens

Peranan Ganggang Cokelat dalam Hidup

Alga cokelat yang terbesar, kelp, dimanfaatkan dalam berbagai industri makanan  maupun farmasi. Algin (asam alginat) yang merupakan bagian koloid dan ganggang cokelat digunakan dalam pembuatan es krim,  pembuatan es krim, pembuatan pil, tablet, salep, obat pembersih gigi, lotion, dan krem sebahis mencukur. Selain itu, alga cokelat juga dimanfaatkan untuk makanan ternak dan sebagai pupuk, karena kandung nitrogen dan kaliumnya cukup tinggi, sedangkan kandungan fosfornya rendah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sangkuriang dalam Bahasa Inggris

Cekidot, minna..  ^^ Once upon a time, there was a beatiful lady named Dayang Sumbi who had a boy named Sangkuriang. When Sangkuriang was old enough to hunt, he was asked to hunt with Tumang which actually his father who transformed be a dog. “Mom, I will give a deer’s liver to you” promised Sangkuriang. “Huff…. Hufff” barked Tumang. Sangkuriang and Tumang started to hunt a deer. After hunting all day with empty-handed, Sangkuriang worried. Thinking shortly, he took his arrow and shot Tumang and took the liver, then went home. At home sangkuriang gave the liver to his Mom. But dayang Sumbi relized that it was not deer’s liver but dog’s liver, Tumang. She got anger and she hit Sangkuriang by a spoon. She sent her son away with a big wound on his head. Then Sangkuriang travelled around the world till he arrived back to his village without recognized it. In there he met a beautiful lady who actually his mother. Sangkuriang and the beautiful lady fallen in love each othe...

Sinopsis Detective Conan Episode 4 : kasus peta berkode kota

Detective Conan Episode 4 - Kasus peta berkode kota. Menceritakan terbentuknya Detektif  Cilik dengan kemampuannya memecahkan kode dan menangkap seorang pelaku pencurian. Berawal dari Conan yang menemukan teman barunya, Ayumi, Genta dan Mitsuhiko. Mereka pergi ke museum kesenian dan melihat-lihat isi museum tersebut. Dan saat selesai dari museum mereka membicarakan tentang harta karun dan menemukan selembar kertas dengan kode-kode aneh. Ayumi kemudian mengira kalau itu adalah peta harta karun. Mereka kemudian membentuk Detektif Cilik dengan ketua kelompok Kojima Genta dan semua setuju. Saat akan memulai pencarian mereka malah berhenti yang ternyata tidak tahu mau kemana. Conan akhirnya meminjam kertas tersebut dan memberikan petunjuk awal yaitu gambar menara yang berarti Menara Touto. Mereka langsung bergegas memulainya. Saat sampai di Menara Touto mereka bingung melihat kode-kode aneh. Kode kedua Genta menganggap gambar tersebut adalah gambar bulan. Sedangkan Conan...

wkwkwkwk... :D

pembongkar rahasia....  :D