Berhubung
tugas sekolah menuntutku membuat ini, maka saya akan me-repost ini... cekidot ^^
Oogonium
berupa badan yang duduk di ata tangkai. Oogonium ini jumlahnya banyak
sekali dan tiap-tiap oogonium mengandung 8 sel telur. Tetapi hanya 40% dari sel
telur yang dapat dibuahi, dan hanya satu atau dua dari setiap 100.000
spermatozoid dapat membuahi sel telur. Zigot lalu membentuk dinding selulosa
dan pektin, kemudian melekat pada suatu substrat dan tumbuhan menjadi individu
baru yang diploid.
Di
antara semua jenis alga, alga cokelat atau Phaeophyta (berasal dari
bahasa Yunani phaios,'kehitaman',
'cokelat') merupakan jenis alga yang terbesar dan yang paling kompleks. Seluruh
alga ini adalah multiseluler dan sebagian besarnya hidup di air laut.
Kebanyakan eukariota yang disebut rumput laut adalah alga cokelat itu sendiri.
Dua kelompok lain yaitu, alga merah dan alga hijau juga termasuk rumput laut
Warna
alga cokelat disebabkan oleh adanya pigmen cokelat (fukosantin), yang secara
dominan menyelubungi warna hijau dari klorofil pada jaringan. Selain
fukosantin, ganggang cokelat juga mengandung pigmen lain seperti klorofil a,
klorofil c, violaxantin, beta karoten, diadinoxantin.
Ciri-Ciri
Phaeophyta:
- Ukuran
talus mulai dari mikroskopis sampai makroskopis. Ada yang berbentuk
tegak, bercabang, atau filamen dasar.
- Alga
ini mempunyai kloroplas tunggal, ada beberapa yang berbentuk
lempengan cakram, dan ada pula yang seperti benang.
- Alga
ini memiliki pirenoid (tempat cadangan makanan) yang terdapat di
dalam kloroplas. Cadagan makanan yang terdapat pada alga ini
berupa laminarin.
- Bagian
dinding selnya tersusun dari lapisan selulosa, sedangkan bagian luar
tersusun dari gumi. Pada dinding sel ruang intersel ditemukan asam
alginat (algin).
- Alga
cokelat mempunyai jaringan transportasi air dan zat makanan yang analog
dengan jaringan transportasi pada tumbuhan darat.
Habitat
Alga
cokelat umumnya hidup di air laut terutama laut terutama laut yang agak dingin
dan sedang. Hanya beberapa jenis yang hidup di air tawar. Di daerah subtropik,
ganggang cokelat hidup pada daerah intertidal, yaitu di atas daerah
litoral sampai sublitoral. Di daerah tropis biasanya hidup di kedalaman 220 m
pada air yang jernih.
Reproduksi
Reproduksi
pada ganggang cokelat terjadi secara aseksual dan seksual. Reproduksi aseksual
dan sekseual. Reproduksi aseksual dengan pembentukan zoospora berflagel
dan fragmentasi, sedangkan reproduksi terjadi secara oogami atau isogami.
Reproduksi
sekseual ganggang ini hampir serupa dengan pembiakan generatif tumbuhan tingkat
tinggi. Sebagai contoh adalah reprosuksi seksual pada Fucus vesiculosus. Organisme
ini selain berkembang biak secara seksual dengan oogami.
Proses
oogami: Ujung-ujung lembaran talus yang fertil membentuk reseptakel,
yaitu badan yang mengandung alat pembiak. Di dalam reseptakel terdapat
konseptakel yang mengandung anteridium yang mengandung sel kelamin jantan
berupa spermatozoid dan oogonium yang merupakan penghasil sel telur dan
benang-benang mandul (parafisis).
Anteridium
berupa sel-sel berbentuk jorong yang terletak rapat satu sama lain pada filamen
pendek bercabang-cabang yang muncul dari dasar dan tepi
konseptakel. Tiap antteridium menghasilkan 64 spermatozoid.
Contoh Algae coklat:
- Fucus serratus
- Macrocystis pyrifera
- Sargassum vulgare
- Turbinaria decurrens
Peranan
Ganggang Cokelat dalam Hidup
Alga
cokelat yang terbesar, kelp, dimanfaatkan dalam berbagai industri makanan
maupun farmasi. Algin (asam alginat) yang merupakan bagian koloid dan ganggang
cokelat digunakan dalam pembuatan es krim, pembuatan es krim, pembuatan
pil, tablet, salep, obat pembersih gigi, lotion, dan krem sebahis mencukur.
Selain itu, alga cokelat juga dimanfaatkan untuk makanan ternak dan sebagai
pupuk, karena kandung nitrogen dan kaliumnya cukup tinggi, sedangkan kandungan
fosfornya rendah.
Komentar
Posting Komentar